Jumat, 01 Desember 2017

Johann Zarco menanggapi kritik kepadanya.

Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco, menanggapi kritik yang dilontarkan beberapa bintang MotoGP kepadanya. Zarco mengaku tidak mau terpengaruh dengan semua kritikan itu. Ia hanya akan fokus pada balapannya di musim depan.

Meski telah tampil impresif dan keluar sebagai rookie terbaik musim ini, penampilan pembalap asal Prancis itu tetap mendapat kritik. Gaya balapan Zarco dinilai sembrono sehingga sering merugikan pembalap lainnya.

“Ketika lawan mengeluh bahwa saya menyentuh atau mendorong mereka. Bahkan jika mereka mengkritik hal tersebut di Komite Keselamatan, saya tidak memusingkannya. Anda dapat menganalisisnya dengan tepat. Kebanyakan dari mereka juga pembalap, oleh karena itu mereka pasti sangat mengerti," ujar Zarco, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Jumat (1/12/2017).

Bukan hanya tak menghiraukan kritikan dari para pembalap, Zarco juga diketahui tidak menghadiri rapat dengan Komite Keselamatan. Padahal dalam rapat itu, para pembalap bisa saling bertukar pendapat terkait balapan yang mereka jalani.

Zarco pun berusaha memberikan penjelasan terkait ketidakhadirannya dalam rapat itu. Menurutnya, hal itu dilakukan atas keputusannya sendiri.

"Itu adalah keputusan pribadi. Race Direction sudah memastikan keamanan kita. Jika seorang pembalap ingin mengatakan sesuatu, mereka bisa menyampaikannya ke Komite Keselamatan. Tapi untuk membicarakan keamanan setiap akhir pekan, menurut saya, keamanan yang ada sekarang sudah cukup tinggi,” tutur pembalap berusia 27 tahun itu.

Menurut Zarco, hal terpenting dalam balapan di MotoGP bukanlah rapat dengan Komite Keselamatan atau mendengar kritikan dari rider lainnya. Ia menilai semua pembalap seharusnya lebih menekankan diri untuk bertukar pandangan dengan Race Direction.

"Tidak, itu tidak perlu. Dalam pertemuan itu, masalah yang dibahas tidak terlalu banyak membicarakan keamanan, tapi masalah mereka sendiri. Sering kali bukan tentang keamanan, tapi tentang perasaan pribadi para pembalap," tukas Zarco.

Bocoran Rossi untuk motor 2018

Rossi berujar bahwa Tim Yamaha memutuskan untuk lebih mengembangkan motor musim 2016, ketimbang 2017.

Sebagaimana diketahui kiprah Tim Yamaha di MotoGP 2017 memang sungguh buruk. Sempat memberikan tampil luar biasa di awal-awal balapan, Tim Yamaha justru mengalami penurunan performa di paruh kedua MotoGP 2017.

Bahkan kedua Tim Yamaha gagal ikut serta dalam persaingan dalam perburuan titel juara dunia tahun ini yang menghadirkan persaingan antara pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, melawan rider Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso.

Situasi tersebut membuat para mekanik Tim Yamaha pun berkerja ekstrakeras untuk bisa membangun motor baru yang lebih baik pada MotoGP 2018. Dan setelah tes pivat yang mereka lakukan di Sirkuit Sepang, Tim Yamaha pun menjadikan motor 2016 sebagai tolok ukur untuk motor baru mereka.

“Kami mencoba motor 2016 dan setuju jika motor 2017 lebih buruk. Kami harus menunggu untuk melihat motor baru, hal itu sangat menarik. Namun, saya dapat memastikan motor itu mengambil inspirasi dari motor 2016,” jelas Rossi, seperti disadur dari Read Motorsport, Jumat (1/12/2017).

“Sekarang akan menjadi momen benar-benar sangat penting serta menentukan untuk kami. Sejak saat ini hingga Februari, Yamaha harus membuat langkah besar untuk meraih kemenangan,” tuntas pembalap asal Italia tersebut.

Rabu, 29 November 2017

Marc Marquez Gajinya siap naik.

Mantan Ketua tim HRC Livio Suppo percaya Pabrikan Jepang bersedia meningkatkan komitmen finansial untuk menangkal potensi tim lain mendatangkan Marc Marquez. Sejauh ini ada beberapa nama yang kerap dikaitkan dengan juara dunia MotoGP 2017 yakni tim KTM dan Ducati Corse.

Dua tim pabrikan itu dikabarkan siap menyodorkan kontrak menggiurkan agar Marquez bersedia meninggalkan Honda. Tapi mantan Direktur Marketing dan Komunikasi HRC meyakini Honda tidak memiliki masalah untuk membuat tawaran bagus.

"Marc adalah pembalap terbaik, dia tak tergantikan. Ia adalah pengendara yang akan dipilih oleh semua orang. Karena itulah kami sangat menghargai kehadirannya," ungkap Suppo seperti dikutip dari Autosport, Jumat (24/11/2017).

"Penandatanganan kontrak baru akan tergantung pada perasaan Marc dengan motor tahun depan. Itu juga tergantung pada kemauan dia untuk memenangkan pabrikan lain. Tapi secara finansial, saya tidak berpikir Honda akan memiliki masalah dalam membuat tawaran bagus," tambah Suppo.

Perpanjangan kontrak terakhir Marquez diumumkan pada Juni 2016. Saat itu pembalap asal Spanyol mendapatkan gaji sebesar 8 juta euro per tahun. Pada tahun depan, Honda harus bisa membaca situasi kontrak pembalap top dunia di kelas elite MotoGP. Pasalnya, Ducati Corse saat mendatangkan Jorge Lorenzo di musim

lalu terbilang berani. Karena mereka memberikan gaji sebesar 12 euro per tahun. Setidaknya Pabrikan Jepang harus memperbaiki tawaran ke tingkat yang sama agar mereka bisa mempertahankan Marquez.

Andrea Dovizionso akan bersaing secara sehat.

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso diprediksi bakal mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP musim depan. Rivalitas dengan sejumlah pembalap bakal jadi bagian dalam hidup Dovi. 

Dovi harus puas dengan posisi runner up pada MotoGP 2017 setelah memenangkan enam podium selama semusim. Nama-nama pesaing seperti Marc Marquez, Maverick Vinales, Valentino Rossi, Johan Zarco, bahkan rekan satu timnya sendiri, Jorge Lorenzo, dipercaya bakal dihadapi Dovizioso. 

Saat ditanya tentang persaingan merebut gelar juara dunia musim depan, pembalap asal Italia tersebut mengatakan bahwa dirinya akan bersaing secara sehat. Alasan utamanya adalah, Dovi tidak ingin memiliki musuh baik di dalam maupun di luar lintasan balap MotoGP. 

"Saya adalah tipe pria yang, saya mencoba memiliki hubungan baik dengan semua orang. Saya adalah orang yang santai dan sangat tidak ingin merusak hubungan, terutama kepada para pembalap. Saya yakin sikap saya baik dan membantu, saya tidak akan mengikuti cara itu (curang). Saya akan bertarung terbuka dengan pembalap terbaik di dunia, tentunya dengan cara normal. Saya hidup dengan cara biasa, saya memiliki tujuan yang jelas dalam hidup," kata rider Ducati tersebut.