Rabu, 29 November 2017

Marc Marquez Gajinya siap naik.

Mantan Ketua tim HRC Livio Suppo percaya Pabrikan Jepang bersedia meningkatkan komitmen finansial untuk menangkal potensi tim lain mendatangkan Marc Marquez. Sejauh ini ada beberapa nama yang kerap dikaitkan dengan juara dunia MotoGP 2017 yakni tim KTM dan Ducati Corse.

Dua tim pabrikan itu dikabarkan siap menyodorkan kontrak menggiurkan agar Marquez bersedia meninggalkan Honda. Tapi mantan Direktur Marketing dan Komunikasi HRC meyakini Honda tidak memiliki masalah untuk membuat tawaran bagus.

"Marc adalah pembalap terbaik, dia tak tergantikan. Ia adalah pengendara yang akan dipilih oleh semua orang. Karena itulah kami sangat menghargai kehadirannya," ungkap Suppo seperti dikutip dari Autosport, Jumat (24/11/2017).

"Penandatanganan kontrak baru akan tergantung pada perasaan Marc dengan motor tahun depan. Itu juga tergantung pada kemauan dia untuk memenangkan pabrikan lain. Tapi secara finansial, saya tidak berpikir Honda akan memiliki masalah dalam membuat tawaran bagus," tambah Suppo.

Perpanjangan kontrak terakhir Marquez diumumkan pada Juni 2016. Saat itu pembalap asal Spanyol mendapatkan gaji sebesar 8 juta euro per tahun. Pada tahun depan, Honda harus bisa membaca situasi kontrak pembalap top dunia di kelas elite MotoGP. Pasalnya, Ducati Corse saat mendatangkan Jorge Lorenzo di musim

lalu terbilang berani. Karena mereka memberikan gaji sebesar 12 euro per tahun. Setidaknya Pabrikan Jepang harus memperbaiki tawaran ke tingkat yang sama agar mereka bisa mempertahankan Marquez.

Andrea Dovizionso akan bersaing secara sehat.

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso diprediksi bakal mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP musim depan. Rivalitas dengan sejumlah pembalap bakal jadi bagian dalam hidup Dovi. 

Dovi harus puas dengan posisi runner up pada MotoGP 2017 setelah memenangkan enam podium selama semusim. Nama-nama pesaing seperti Marc Marquez, Maverick Vinales, Valentino Rossi, Johan Zarco, bahkan rekan satu timnya sendiri, Jorge Lorenzo, dipercaya bakal dihadapi Dovizioso. 

Saat ditanya tentang persaingan merebut gelar juara dunia musim depan, pembalap asal Italia tersebut mengatakan bahwa dirinya akan bersaing secara sehat. Alasan utamanya adalah, Dovi tidak ingin memiliki musuh baik di dalam maupun di luar lintasan balap MotoGP. 

"Saya adalah tipe pria yang, saya mencoba memiliki hubungan baik dengan semua orang. Saya adalah orang yang santai dan sangat tidak ingin merusak hubungan, terutama kepada para pembalap. Saya yakin sikap saya baik dan membantu, saya tidak akan mengikuti cara itu (curang). Saya akan bertarung terbuka dengan pembalap terbaik di dunia, tentunya dengan cara normal. Saya hidup dengan cara biasa, saya memiliki tujuan yang jelas dalam hidup," kata rider Ducati tersebut.